BAB
I
Pendahuluan
- A. Latar belakang
Remaja adalah generasi penerus.
Penerus bagi agama, negara, dan juga lingkungan sekitarnya. Tingkah laku yang
disiplin, pandai, ramah, dan berbudi pekerti luhur. Dibutuhkan untuk
dapat dijadikan contoh pada kehidupan yang mendatang.
Setelah kita mengetahui peran
penting remaja tersebut. Kiranya, kita patut melihat pergaulan remaja di
lingkungan sekitar kita. Remaja yang boros, egois, pembangkang, ugal-ugal an,
serta acuh, masih mendominasi pergaulan remaja sekarang ini. Apakah ini para
generasi muda untuk masa depan? Apakah salah bila kita menyebut hal tersebut
sebagai kenakalan remaja? Tentu saja tidak, hal tersebut memang kenakalan
remaja . Lantas, apa kenakalan remaja itu?
Kenakalan remaja merupakan
penyelewengan tingkah laku maupun sifat dari generasi muda yang tidak sesuai
dengan norma-norma yang ada dan menimbulkan keonaran yang merugikan diri
sendiri, maupun lingkungan sekitarnya. Pada dasarnya, kenakalan remaja tidak
sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Sehingga, perlunya kita
memperhatikan masalah ini agar generasi penerus menjadi lebih baik dari
generasi sekarang ini.
- A. Rumusan masalah
Dari masalah kenakalan remaja
tersebut, menimbulkan berbagai masalah, diantaranya:
- Apa saja contoh dari kenakalan remaja?
- Apa yang penyebab terjadinya kenakalan remaja?
- Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari kenakalan remaja?
- Serta, bagaimana cara mengatasi kenakalan remaja
- B. Tujuan
Dalam pembuatan karya tulis ini,
kami memiliki tujuan, diantaranya untuk:
- Mengetahui apa saja contoh kenakalan remaja
- Mengetahui penyebab-penyebab terjadinya kenakalan remaja
- Mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan dari kenakalan remaja
- Mengetahui cara untuk mengatasi kenakalan remaja
- C. Sistematika
Untuk mempermudah pemahaman karya
ini secara urut, maka kami menyajikannya dengan sistematika sebagai berikut;
BAB I. PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan
- Sistematika
BAB II. PEMBAHASAN
- Contoh kenakalan remaja
- Penyebab terjadinya kenakalan remaja
- Dampak Kenakalan Remaja
- Cara mengatasi Kenakalan Remaja
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan
- Saran-saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB
II
Pembahasan
- A. Contoh kenakalan remaja
Telah kita ketahui, kenakalan remaja
adalah penyelewengan tingkah laku maupun sifat dari generasi muda yang tidak
sesuai dengan norma-norma yang ada dan menimbulkan keonaran. Kenakalan remaja
dapat terjadi di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitarnya.
Dirumah, kita menemui remaja yang sering membangkang/melawan kepada
orangtuanya, egios, berbicara tidak sopan, boros, tidak menjaga kebersihan,
lupa waktu beribadah, belajar, serta istirahat, gaduh dan mengganggu penghuni
rumah lainnya.
Disekolah, remaja lebih senang bermalas-malasan, dan tidak mengikuti
KBM, terbukti ketika jam kosong ataupun pada saat ibu bapak guru berhalangan
untuk mengajar para remaja malah membuat kegaduhan dan keonaran. Perkataan
kotor, kasar, dan tidak ber etika sering dilontarkan kepada guru, maupun teman
lainnya. Kedisiplinan juga sudah tertinggalkan, seperti disiplin berpakaian dan
menaati peraturan. Zaman telah menentukan semua itu, terutama mode pakaian dan
penampilan, sekarang ini remaja cenderung mengikuti gaya para selebriti yang
sebenarnya, itu tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Dilingkungan, banyak remaja yang kurang peduli terhadap kebersihan,
keamanan, dan ketertiban lingkungan. Lingkungan bukan hanya dalam lingkup RT
tetapi lingkungan dimanapun remaja itu berada. Tidak mematuhi peraturan,
melanggar tata tertib lalu lintas, membuat keributan, bersikap acuh terhadap
kebersihan lingkungan, berlama-lama menggunakan fasilitas umum, hingga merusak
fasilitas umum seperti jalan, jembatan, tembok-tembok dan berbagai fasilitas
umum lainnya.
- B. Penyebab terjadinya kenakalan remaja
Munculnya kenakalan remaja tersebut,
disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya berasal dari keluarga. Misalnya,
kekerasan yang dilakukan oleh orang tua kepada anak, pertengkaran hebat antara
kedua orang tua hingga terjadinya perceraian. Hal ini dapat menjadikan anak
tertekan dan merasa terabaikan. Untuk melampiaskan kekesalan, biasanya para
remaja berperilaku menyimpang hingga terjun ke pergaulan bebas. Kebebasan
materi dan pergaulan yang diberikan orang tua juga menjadi faktor para remaja
yang cenderung konsumtif serta ugal-ugal an.
Di zaman sekarang ini, peran
teknologi sangat mendorong cepat terjadinya kenakalan remaja. Seperti
halnya kepemilikan alat telekomunikasi dan berbagai situs jejaring
sudah menjadi mayoritas dikalangan remaja. Handphone yang awalnya hanya sebagai
alat komunikasi, kini meluas menjaring ke berbagai dunia karena dilengkapi
dengan fitur-fitur yang lengkap seperti internet. Internet disalahgunakan
remaja untuk mengakses situs-situs yang tidak bermanfaat, seperti melihat
foto-foto porno, memalsukan data pada jejaring sosial sampai bermain game di
internet hingga lupa waktu.
Penyebab lain yang dapat memicu
terjadinya kenakalan remaja yaitu pada lingkungan masyarakat dan pergaulan
remaja itu sendiri. Pengaruh orang disekitarnya yang menjerumus ke hal negative
serta perilaku yang tidak baik seperti kurangnya solidaritas antar warga,
berbicara kotor, tidak sopan, merokok sembarangan dan berpacaran di depan umum.
Menyebabkan remaja mudah mencontoh perilaku itu. Sehingga, perilaku remaja pun
menyimpang dari kepribadiannya. Tidak adanya aturan yang mengikat dalam
masyarakat dapat membuat remaja berperilaku seenaknya.
Sekolah yang tidak menerapkan aturan
secara tegas juga dapat membuat remaja semakin rentan terkena efek pergaulan
bebas. Guru yang kurang sensitif terhadap hal ini juga dapat membuat remaja
menjadi semakin sulit diperbaiki perlakunya. Demikan juga dengan guru yang
terlalu keras dalam menghadap remaja yang bermasalah. Bisa jadi, bukannya ikut
meredam kenakalan mereka, tetapi malah membuat kenakalan mereka semakin menjadi
parah.
Seorang remaja bisa berperilaku
menyimpang sebagai bentuk pelarian karena ia mengalami kesultan dalam mengikuti
pelajaran di sekolah. Kesulitan ini bersumber pada kemampuan dasar yang kurang
baik, dimana taraf kemampuannya dibawah rata-rata. Pelajaran yang dalam
kenyataannya terlalu berat bagi anak menjadi beban yang menekannya sehingga ia
selalu berada dalam keadaan tegang, tertekan dan tidak bahagia.
Dari uraian di atas jelaslah bahwa
masalah yang berkaitan dengan keluarga, lngkungan pergaulan dan sekolah
bisa menjadi sumber timbulnya kenakalan remaja. Penyebab lan terjadinya
kenakalan remaja,antara lain:
-Peran dari perkembangan IPTEK yang
berdampak negatif
-Dasar-dasar agama yang kurang
-Cacat fisik yang dialami oleh
remaja, sehingga remaja tersebut mengalami depresi keminderan
- C. Dampak Kenakalan Remaja
Perilaku dan penyebab terjadinya
kenakalan remaja tersebut, menimbulkan berbagai dampak yang timbul,
diantaranya menggangu waktu belajar, beribadah dan waktu untuk istirahat.
Sehingga tumbuhlah jiwa remaja yang malas, tidak disiplin, acuh sehingga menuju
pada kebodohan. Hal ini tentunya dapat merusak citra budaya bangsa Indonesia.
Apalagi sudah banyak bukti yang telah diketahui, dengan tingkat ketidaklulusan
siswa SMP dan SMA yang semakin meningkat.
Yang merasa rugi bukan hanya remaja
itu sendiri, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Remaja sekarang
sangat identik dengan handphone/HP, sehingga tidak sedikit remaja yang
menghabiskan waktu untuk asyik ber-SMS dengan teman hingga lupa waktu dan
melupakan pekerjaan yang seharusnya wajib dikerjakan. Ditambah dengan meluasnya
kasus-kasus karena jejaring sosial, seperti adanya penganiayaan, pemerkosaan,
bahkan pembunuhan. Yang hanya berawal dari perkenalan melalui situs jejaring,
seperti facebook.
Remaja tersebut juga akan mendapat
nama buruk karena sikap dan sifatnya yang seperti itu. Remaja-remaja sekarang
sudah mencoreng nama bangsa kita di mata umum bahkan dunia. Dengan menjadi
seorang yang tidak bertanggung jawab, ugal-ugala an tidak jarang juga nekat
mencelakai orang. Contohnya adalah tawuran antar siswa sekolah satu dengan
siswa selolah lainnya, hingga menjadikan fasilitas umum rusak dan tidak dapat
digunakan lagi. Saat tawuran berlangsung, pasti banyak juga masyarakat yang
tidak bersalah menjadi korban keganasan para amukan remaja-remaja yang gila
dengan permusuhan.
Peristiwa semacam itu didominasi di
kota-kota besar, seperti Jakarta. Namun tidak hanya Jakarta saja yang sering
terjadi peristiwa bentrok antar pelajar, banyak kota-kota lain yang juga
mengalaminya juga. Dampak kenakalan remaja sudah menyebar di negeri ini bahkan
dimulai dari hal-hal sepele yang mungkin sering kita lakukan, khususnya kita
para remaja. Saat sekolah sedang menjalani rapat, dan guru-guru pun terpaksa
tidak dapat mengajar, apa yang kita lakukan? Tak lain halnya dengan membuat
keributan di dalam kelas. Siswa juga sering datang terlambat, mengulur-ulur
waktu, tidak memanfaatkan jam belajar dengan teratur, lebih senang bermain-main
dengan teman daripada memperhatikan guru. Hal-hal tersebut menjadikan tidak
terlaksananya jam efektif, tertanamnya diri remaja yang malas, acuh dan tentu
saja tidak bertanggung jawab.
Walaupun banyak sekali perilaku
remaja saat ini yang menyeleweng dari norma hokum yang ada dan masih berlaku,
tentu ada ribuan remaja di luar sana yang masih taat kepada aturan-aturan dan
juga berperilaku baik. Salah satu akibat dari kenakalan remaja bagi sebagian
remaja di negeri ini, para remaja yang tidak bersalah juga ikut dilibatkan
semua. Nama-nama mereka yang seharusnya baik, menjadi disangkutpautkan juga.
- D. Cara mengatasi Kenakalan Remaja
Dikarenakan penyebab, dan dampak
yang telah merugikan diri sendiri dan berbagai pihak. Maka, diperlukannya peran
berbagai komponen untuk menangani masalah ini. Komponen pertama adalah
keluarga yang merupakan jejak utama dalam pergaulan remaja. Orang tua
diharapkan dapat memberikan kasih sayang, perhatian, dengan memahami
karakter si anak, mengawasi perilaku anaknya dan tidak memberikan tekanan.
Sebisa mungkin memberi peluang anak untuk mengembangkan apa yang dia punya,
bukan malah melarangnya untuk berkreasi. Sulit apabila dalam suatu keluarga
seorang Ayah melarang anak laki-lakinya untuk merokok padahal si Ayah adalah
perokok, sulit juga seorang Ibu mengajarkan anaknya untuk jujur, apabila si Ibu
juga sering berdusta kepada suami dan lingkungannya. Maka, tidak
kalah pentingnya orang tua dituntut memberikan contoh kepada anaknya dan
membentengi si anak dengan agama serta pendidikan, khususnya pendidikan moral.
Komponen kedua adalah lingkungan. Masyarakat khususnya, diharapkan dapat
menegur dan merubah perilaku remaja yang tidak senonoh. Dimulai dari memberikan
contoh yang yang baik, seperti menciptakan suasana rukun, dan taat pada
peratuaran. Mendirikan kegiatan yang positif agar remaja dapat menggali potensi
diri dan tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Dan bila si anak membuat
kesalahan, bisa diberi sedikit teguran agar si anak dapat menyadari
kesalahannya dan merubah sikapnya.
Komponen ketiga adalah lingkungan sekolah. Guru sebagai orangtua kedua bagi
remaja disekolah, bukan hanya sekedar mengajarkan materi pelajaran, namun juga
mengajarkan dan memberi akhlak yang baik. Peran sekolah juga diharapkan dapat
menegaskan setiap peraturan yang ada, dengan tujuan agar si anak dapat mematuhi
peraturan tersebut dan jera terhadap kenakalan remaja. Di samping itu,
perhatian dari guru dan teman juga dibutuhkan agar setiap kelakuan remaja yang
salah dapat terkontrol secara penuh. Sehingga, para remaja tidak merasa
terpojokkan.
BAB
III
PENUTUP
- A. Kesimpulan
Setelah kita mengumpulkan beberapa
data dan informasi. Dapat disimpulkan, bahwa kenakalan remaja dapat terjadi di
rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitarnya. Sikap pemboros, pembangkang,
ugal-ugal an, mendominasi pergaulan remaja sekarang. Kenakalan remaja tersebut
disebabkan karena perkembangan zaman dan minimnya perhatian dari berbagai
komponen terhadap prilaku remaja. Sehingga hal tersebut menimbulkan berbagai
dampak yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain baik materi maupun
fisik. Untuk mengatasi kenakalan remaja tersebut, diperlukan perhatian dari
berbagai pihak dengan memberikan contoh yang baik, dan menegur perilaku remaja
yang menyimpang. Serta, perlunya penegasan terhadap peraturan dan sangsi, agar
remaja jera dan tidak lagi melakukan kenakalan remaja. Karena, tidak sepenuhnya
kesalahan itu dapat menjadikan kerugian. Bahkan, dari kesalahan itu kita dapat
memanfaatkannya untuk belajar dan memperbaiki diri.
- B. Saran-saran
- Ø Sebaiknya, orangtua selalu memperhatikan dan mengawasi perilaku anaknya.
- Ø Guru, teman, orangtua dan masyarakat diharapkan bisa memberikan contoh yang baik bagi remaja.
- Ø Kita sebagai generasi penerus harus lebih hati-hati dalam bergaul dan memanfaatkan berbagai fasilitas.
- Ø Sebisa mungkin, pembuat peraturan menegaskan sangsi yang berlaku.
Daftar
pustaka
- Ø http://www.remaja.net/faq/apa-perilaku-dizaman sekarang-.htm
- Ø http://www.penyebabdampak.net/tqa/kenakalan-remaja-.htm
- Ø http://www.mengatasiremaja.org/node/6294
Tidak ada komentar:
Posting Komentar